LIVE

SCORES

PASARAN

NEWS

Drama Menit Akhir di BayArena: Penalti Havertz Selamatkan Wajah Arsenal dari Teraman Leverkusen

13 Maret 2026 pukul 05.10

Drama Menit Akhir di BayArena: Penalti Havertz Selamatkan Wajah Arsenal dari Teraman Leverkusen

Drama Menit Akhir di BayArena: Penalti Havertz Selamatkan Wajah Arsenal dari Teraman Leverkusen

LEVERKUSEN – Keangkeran BayArena nyaris memutus rekor impresif Arsenal di kancah Eropa musim ini. Dalam laga leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League yang berlangsung Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, The Gunners dipaksa bekerja ekstra keras untuk membawa pulang hasil imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen.

Pertandingan ini menjadi ujian mental sesungguhnya bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Setelah tampil tanpa cela di fase liga dengan menyapu bersih delapan kemenangan beruntun, Arsenal akhirnya merasakan "bumi berpijak" saat berhadapan dengan taktik pragmatis nan mematikan milik tim tuan rumah.

Kembalinya Sang Mantan sebagai Penyelamat

Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Arsenal, yang dimotori oleh Declan Rice di lini tengah, sebenarnya mencoba mendikte permainan. Namun, publik tuan rumah bersorak lebih dulu ketika Leverkusen berhasil memecah kebuntuan dan membuat Meriam London tertinggal untuk pertama kalinya sepanjang kompetisi musim ini.

Ingin selalu up-to-date dengan berita olahraga? Gabung sekarang di channel WhatsApp Livenobar dan dapatkan informasi terkini tentang Timnas Indonesia, Liga-liga top dunia, MotoGP, dan banyak lagi! Klik di sini .

Saat kekalahan perdana tampak sudah di depan mata, drama terjadi di penghujung laga. Pada menit ke-89, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Leverkusen.

Kai Havertz, yang kembali ke stadion yang membesarkan namanya, maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan luar biasa di bawah tekanan ribuan suporter lawan, Havertz sukses menyarangkan bola ke pojok gawang, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membungkam tribun BayArena. Gol ini bukan sekadar penyama kedudukan, melainkan napas buatan bagi ambisi juara Arsenal.

Tamparan Realitas untuk Meriam London

Mikel Arteta tidak menutupi rasa lega sekaligus waspadanya pasca-laga. Baginya, hasil imbang ini adalah pengingat bahwa dominasi di fase grup tidak menjamin jalan mulus di babak gugur.

"Malam ini adalah pengingat keras betapa sulitnya meraih kemenangan di kompetisi elite ini, terutama di laga tandang," ujar Arteta dalam sesi konferensi pers. "Kami sempat berada dalam posisi yang tidak biasa kami alami musim ini (tertinggal), tapi reaksi tim di menit-menit akhir menunjukkan karakter asli kami."

Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa Leverkusen memberikan perlawanan yang jauh lebih taktis dibandingkan lawan-lawan mereka sebelumnya. Arsenal tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat sebelum akhirnya mendapatkan keberuntungan lewat titik putih.

Misi Tuntas di Emirates: Janji Arteta untuk Leg Kedua

Skor 1-1 membuat agregat kembali murni, namun Arsenal memegang keuntungan psikologis karena akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua. Pertandingan penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.

Arteta menjanjikan evolusi taktik demi memastikan tiket perempatfinal tetap berada dalam genggaman. "Kami akan mengevaluasi setiap detail. Di Emirates, dengan dukungan penuh Gooners, kami akan tampil lebih tajam, lebih klinis, dan lebih dominan. Kami tahu apa yang harus diperbaiki untuk menyingkirkan lawan sekuat Leverkusen," tegasnya dengan penuh optimisme.

Dengan performa kandang Arsenal yang biasanya beringas, mampukah Leverkusen menahan gempuran Meriam London di London Utara? Ataukah kejutan lain akan kembali tercipta?

Related Articles

Latest Update

Other Articles